Posted by: valenagi on: 13 September, 2008
Menangis sedih diri ini,
ketika puisi-puisimu menghiasi mata ini.
Perlahan menuju pusat hati mencubit diri ini
lalu tersadar…memang diriku bukanlah sahabat yang sempurna.Seolah diri ini kan jauh meninggalkan dirimu yang mulai melangkah menuju jalan setapak mimpimu.
Semoga kau sempurna melangkah pasti menuju perkampungan mimpimu. Tersenyum bersama jiwa-jiwa yang bahagia.
Sahabatku…
karena kau kebutuhan jiwa, yang mendapat imbangan. Kau ladang hati, yang dengan kasih kutaburi, Dan kaupungut buahnya penuh rasa terima kasih. Kaulah naungan sejuk keteduhanku, Sebuah pendiangan demi kehangatan sukmaku.Selamat jalan untuk waktu sementara, kelak kita kan bertemu.Karena kita yakin, disana ada sebuah tempat teristimewa untuk kita.
Sahabatku…
Karena kita saling cinta,
Cinta karena Allah ta’ala.—
14.45 wib